top of page

 

Mirza Masrooor Ahmad

Pimpinan Komunitas Muslim Ahmadiyah  

 

Amanat untuk peserta MSN & Ijtima Ansharullah Indonesia 

 

Assalamu’alaikum wr. wb. 

 

Didalam Al-Qur’an suci Allah SWT berfirman: 

 

Karena rahmat dari Allah-lah, maka engkau bersifat lemah-lembut terhadap mereka, dan seandainya engkau kasar dan keras hati, niscaya mereka akan becerai-berai dari sekitar engkau. Maka, maafkanlah mereka dan mohonkanlah ampunan untuk mereka dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan yang penting, dan apabila engkau telah mengambil suatu ketetapan maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertawakal (Al-Imran: 160). 

 

Hendaknya semua anggota Anshar ingat bahwa mereka harus memperlakukan semua Ahmadi lainnya dengan kasih sayang, kebaikan hati, kepedulian dan perhatian. Janji Anshar menghendaki kalian untuk mengorbankan waktu dan memberikan perhatian yang besar, serta berupaya untuk melaksanakan tugas kalian sebaik mungkin. Harus diingat perintah Allah SWT bahwa memberi suri-teladan  itu bukan hanya dibebankan kepada Nabi Suci saw. saja, tetapi juga kepada semua orang yang dipercaya mengemban tugas dan tanggung jawab. Kita, para Ahmadi adalah orang-orang yang menyatakan dan berhasrat mengikuti suri-teladan Nabi Suci saw. Setiap anggota Anshar harus memastikan bahwa hati mereka tetap lembut dan penuh kasih sayang (melayani) para anggota Jama’at. Jika mereka berhati keras dan tidak menunjukkan standar akhlak yang tinggi, maka akan mengakibatkan keresahan yang mendalam dikalangan para Ahmadi. 

 

Setelah meminta saran dan pendapat, dan Majlis Syura telah menetapkan  keputusan akhir, maka penting bagi kalian untuk berdo’a dengan segala kerendahan hati dan kekhusyuan agar keputusan tersebut diberkati. Keimanan dan keyakinan kita kepada Allah SWT hanya akan dapat diperoleh melaui do’a. Do’a adalah sarana untuk meningkatkan keimanan kita kepada Allah SWT dan untuk mendapatkan pertolongan-Nya. Oleh karena itu, semua delegasi Syura harus berusaha memohon dengan membenamkan diri dalam do’a dan beribadah kepada Allah SWT. Mereka harus mengandalkan do’a sebagai sarana utama agar berhasil dalam melaksanakan pekerjaan-pekerjaan Jama'at, karena Allah SWT berfirman bahwa kesuksesan dan kemakmuran hanya dapat dicapai melalui do’a. Orang yang dapat memiliki keyakinan yang teguh kepada Allah SWT hanyalah orang yang membiasakan diri berdo’a dan bersujud dihadapan-Nya baik dalam shalat wajib maupun dalam shalat- shalat nafal.

 

 Hal penting lainnya bagi para Ahmadi dan keluarganya di Indonesia adalah mereka harus berusaha sesering mungkin menonton MTA di rumah masing-masing, dan merekapun harus mengajak para anggota Jemaat untuk menontonnya. Paling tidak, aturlah waktu setiap hari untuk menonton program MTA dimana ada acara yang kalian sukai. Yang paling penting, kalian harus membiasaan diri secara rutin setiap minggu menonton khotbah Jum’at dan juga program-program saya (Khalifatul-Masih V atba) lainnya, seperti yang ditujukan kepada ghair Ahmadi, pidato-pidato di Jalsah atau pidato-pidato saya yang disampaikan pada berbagai acara pertemuan. Semua ini, Insya Allah, akan terbukti bermanfaat bagi kalian. Untuk itu, kalian harus menontonnya.  Ingatlah bahwa hanya jika antara keyakinan dan perilaku kita sudah satu kehendak, maka barulah kita dapat menjadi contoh bagi generasi mendatang. Hanya melalui perilaku yang mencerminkan keimanan yang akan membawa kita ke jalan kesuksesan dan akan terbukti sebagai sarana untuk melindungi anak-anak kita dan generasi mendatang.  Kesimpulan dari semua hal diatas, kalian harus selalu terus berdo’a untuk diri sendiri dan untuk generasi mendatang, karena tanpa do’a kalian tidak akan bisa mendapatkan keberhasilan ataupun mereformasi generasi kalian.  Semoga Allah SWT mengkaruniakan kalian kemampuan untuk memahami dan melaksanakan apa yang telah saya sampaikan. Semoga Allah SWT menjadikan Ijtima kalian sukses luar biasa, dan  kalian kembali ke rumah masing-masing sebagai Ahmadi yang lebih baik dari sebelumnya. Amin.  

 

 

 

Ttd.  

 

MIRZA MASRROR AHMAD

Khalifatul Masih V    -

© 2016 by PPMA Indonesia

  • facebook-square
  • Twitter Square
  • Google Square
bottom of page